Model-model penilaian dalam pembelajaran bahasa Indonesia
Kelompok 12
APA ITU PENILAIAN?
Penilaian (assesment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar siswa atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) siswa. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang siswa.
Kegiatan penilaian merupakan bagian dari proses untuk menentukan pencapaian kompetensi mahasiswa selama dan setelah mengikuti proses pembelajaran. Penilaian dilakukan secara terpadu untuk mengungkapkan seluruh aspek kemampuan mahasiswa baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan maupun sikap/nila. Penilaian pembelajaran mencakup penilaian terhadap proses pembelajaran dan penilaian hasil belajar.
Tes adalah cara penilaian yang dirancang dan dilaksanakan kepada siswa pada waktu dan tempat tertentu serta dalam kondisi yang memenuhi syarat-syarat tertentu yang jelas. Data informasi yang diperoleh guru selama pembelajaran berlangsung dijaring dan dikumpulkan melalui prosedur dan alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi dasar atau indikator yang akan dinilai. Data itu bentuknya dapat diperoleh dari penilaian tertulis, kinerja, produk, proyek, dan portofolio. Penilian dalam pembelajaran bahasa Indonesia mencakup penilaian mendengarkan (menyimak), penilaian berbicara, penilaian membaca, dan penilaian menulis.
Model-model penilaian dalam pembelajaran bahasa yaitu, tes tertulis (paper and pencil test), penilaian hasil kerja siswa melalui kumpulan hasil kerja (karya) siswa (portofolio), penilaian produk, penilaian proyek, dan penilaian unjuk kerja (performance) siswa.
a. Penilaian Tertulis
Penilaian tertulis biasanya diadakan untuk waktu yang terbatas dan dalam kondisi tertentu. Dari berbagai alat penilaian tertulis, alat penilaian jawaban benar-salah, isian singkat, dan menjodohkan merupakan alat yang hanya menilai kemampuan berpikir rendah, yaitu kemampuan mengingat (pengetahuan). Alat pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai kemampuan mengingat dan memahami.
b. Penilaian Kinerja (Performance)
Penilaian kinerja adalah penilaian berdasarkan hasil pengamatan penilai terhadap aktivitas siswa sebagaimana yang terjadi Penilaian dengan cara ini lebih tepat digunakan untuk menilai kemampuan siswa dalam berpidato, pembacaan puisi, diskusi, pemecahan masalah, partisipasi siswa dalam diskusi kelompok kecil, membaca nyaring, bermain drama, kemampuan bertanya, kemampuan berbicara lafal dan intonasi, dan proses mendengarkan atau menyimak. Penilaian kinerja, memerlukan alat penilaian.
c. Penilaian Produk (hasil kerja)
Penilaian hasil kerja atau produk merupakan penilaian kepada siswa dalam mengontrol proses dan memanfaatkan/ menggunakan bahan untuk menghasilkan sesuatu, kerja praktik yang dikerjakan siswa. Untuk pembelajaran bahasa, bentuk penilaian produk ini diantaranya membuat puisi, cerpen, dan sewaktu-waktu siswa harus membuat kelengkapan bermain peran, baju, topeng, atau properti lainnya. Atau siswa harus membuat alat peraga untuk pembelajaran membaca permulaan.
d. Penilaian Portofolio
Portofolio merupakan kumpulan hasil karya (hasil kerja) seorang siswa dalam satu periode tertentu. Kumpulan karya ini menggambarkan tarap kemampuan /kompetensi yang telah dicapai seorang siswa. Dengan demikian, portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar siswa. Perkembangan tersebut tidak dapat terlihat dari hasil pengujian. Kumpulan karya siswa itu merupakan refleksi perkembangan berbagai kompetensi
Evaluasi aspek-aspek bahasa maupun apresiasi sastra dapat dikemas dalam evaluasi keterampilan berbahasa.
1. Penilaian Kemampuan Mendengarkan/Menyimak
Sesuai dengan namanya yaitu penilaian kemampuan mendengarkan/menyimak, atau lebih tepatnya komprehensi lisan, bahan tes yang diujikan disampaikan secara lisan dan diterima siswa melalui sarana pendengaran. Masalah yang segera muncul adalah sarana apa yang harus dipergunakan dan bagaimana cara menyampaikan penilaian yang efektif perlukah kita mempergunakan media rekaman atau langsung disampaikan (dibacakan) lisan oleh guru sewaktu tes itu berlangsung
2. Penilaian Kemampuan Berbicara
Keterampilan berbicara mempunyai banyak kesamaan dengan keterampilan mengarang. Keduanya merupakan keterampilan produktif yang bersifat terpadu. Produktif, artinya pada waktu berbicara orang menggunakan bahasa untuk menghasilakan suatu (pembicaraan). Disebut terpadu artinya, pembicaraan itu terjadi karena penggabungan sejumlah kemampuan yang menjadi komponen keterampilan berbicara.
Komponen-komponen keterampilan berbicara yaitu:
1) Penggunaan bahasa lisan, yang berfungsi sebagai media pembicaraan, meliputi kosakata, struktur bahasa, lafal dan intonasi, ragam bahasa, dan kesantunan bahasa, keruntutan, dan sebagainya.
2)Penggunaan isi pembicaraan, yang tergantung pada apa yang menjadi topik pembicaraan
3) Penguasaan teknik dan penampilan berbicara, yang disesuaikan dengan situasi dan jenis pembicaraan, seperti bercakap-cakap, berpidato, berceritera dan sebagainya. Penguasaan teknik dan penampilan ini penting sekali pada jenis-jenis berbicara formal, seperti berpidato, berceramah atau
diskusi.
3. Penilaian Kemampuan Membaca
Jenis membaca yang sering digunakan dalam pengajaran Bahasa Indonesia yaitu tes kecepatan efektif membaca. Kegiatan membaca merupakan aktivitas mental memahami apa yang dituturkan pihak lain melalui sarana tulisan. Tes membaca harus menyangkut kelancaran dan pemahaman sistem lambang bunyi dan pemahaman apa yang dibaca. Artinya, menilai membaca harus menyangkut proses membaca dan pemahaman. Membaca nyaring berkaitan dengan kecepatan dan keakuratan siswa dalam membaca teks. Penyusunan tes membaca nyaring dapat ditempuh dengan cara : guru memilih bacaan dari buku teks yang telah ada. Panjang teks bacaan sesuai dengan kondisi siswa. Untuk kelas tinggi sekitar 200 kata. Kegiatan tes dilakukan dengan cara siswa disuruh membaca teks dengan keras dan guru mengidentifikasi kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam membaca. Penafsiran hasil dilakukan dengan cara : jumlah kata yang dibaca dengan benar dibagi dengan jumlah keseluruhan kata.
4. Penilaian Kemampuan Menulis
Untuk menilai kemampuan menulis yang paling langsung tentulah dengan menyuruh siswa menulis, dalam arti kata bahwa kepada mereka diberikan tugas menulis sebuah karangan. Unsur-unsur yang menjadi bahan penilaian pengajaran menulis adalah sebagaimana yang ditulis oleh Suhendar, dkk (1997:17) sebagai berikut.