Pembelajaran Bermakna (Meaning Full Learning) Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia



Pembelajaran Bermakna (Meaning Full Learning) Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Suparno mengatakan, bahwa pembelajaran bermakna adalah suatu proses pembelajaran dimana informasi baru dihubungkan dengan struktur pengertian yang sudah dipunyai seorang yang sedang dalam proses pembelajaran. Adapun pembelajaran bermakna (meaningful learning) yaitu proses pembelajaran yang dilakukan dengan menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang dimiliki peserta didik dan mengakitankannya dengan pelajaran sehingga akan menghasilkan konsep-konsep baru. Dengan demikian, agar terjadi belajar bermakna maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki peserta didik dan membantu memadukannya secara harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan. Jadi belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan orang/guru menjelaskan. 

Pembelajaran bermakna merupakan suatu proses mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Struktur kognitif ialah fakta-fakta, konsep-konsep dan generalisasi-generalisasi yang telah dipelajari dan diingat siswa. Kebermaknaan kegiatan pembelajaran ditentukan oleh modus kegiatan belajar. Modus kegiatan belajar dapat digolongkan dalam tiga kategori, yaitu: Belajar reseptif (menerima). Aktivitas belajar yang dominan dalam modus ini adalah: mendengar, memperhatikan, mengamati, dan mengkaji. Belajar reseptif adalah usaha untuk menerima informasi, mengolah informasi, dan mengkaji informasi. Belajar dengan penemuan terpimpin. Belajar dalam pengertian ini terarah pada usaha menemukan konsep atau prosedur atau prinsip di bawah bimbingan guru. Belajar dengan penemuan sendiri. Siswa berusaha menemukan sendiri tanpa bimbingan langsung dari guru. Pada umumnya modus belajar ini merupakan pengembangan dari belajar reseptif dan belajar dengan penemuan terpimpin. Kebermaknaan kegiatan pembalajaran sangat berhubungan antara metode mengajar guru dan keaktifan siswa. 

Dari uraian di atas, dapat dipahami bahwa pembelajaran bermakna merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif siswa yang mengikuti pembelajaran.

Jenis-jenis Pembelajaran Bermakna Menurut Ausubel
  1. Pembelajaran Representasional. Ini adalah bentuk dasar pembelajaran, pelajar mengaitkan makna simbol dengan objek, peristiwa, atau konsep dalam realitas objektif, menggunakan konsep yang tersedia.
  2. Pembelajaran Konsep Untuk membangun konsep, hipotesis dirumuskan yang harus diuji dalam situasi tertentu, memilih karakteristik umum yang mewakili konsep dan menghubungkan karakteristik ini dengan struktur kognitif subjek. Pengetahuan baru terkait dengan ide abstrak, yang dihasilkan dari pengalaman yang hanya dialami oleh subjek, dan karena itu memiliki makna yang sangat pribadi.
  3. Pembelajaran proposisional. Pembelajaran ini menggunakan dua jenis pembelajaran sebelumnya, tetapi hasil pembelajaran dari proses yang jauh lebih rumit. Kombinasi logis dari konsep-konsep dari mana apresiasi kompleks akan muncul di bidang filosofis, matematika dan ilmiah dilakukan.
Metode-metode Pembelajaran:
  1. Metode ceramah, ialah cara pendidik menyajikan materi pengajaran secara lisan dan langsung kepada peserta didik pada saat proses belajar mengajar (PBM) berlangsung.
  2. Metode tanya jawab, Ahmadi (1985:61) merumuskan metode tanya jawab adalah suatu metode dalam pendidkan dan pengajaran dimana pendidik bertanya sedangkan peserta didik menjawab bahan materi yang ingin diperolehnya.
  3. Metode Diskusi, adalah suatu kegiatan kelompok dalam memecahkan masalah untuk mengambil keputusan. Diharapkan terjadinya keaktifan, kearifan, dan kemampuan peserta didik dalam bertanya, komentar, saran serta jawaban di bawah koordinasi dan pengawasan pendidik melalui proses pembelajaran guna mencapai tujuan.
  4.  Metode demonstrasi, adalah metode mengajar dimana guru atau orang lain yang sengaja diminta atau peserta didik sendiri meperlihatkan pada seluruh kelas suatu proses. Dapat dipahami bahwa metode demonstrasi menuntut praktik atau peragaan dengan menggunakan media atau alat bantu berupa benda fisik tergantung atas materinya.
  5. Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving), ialah suatu cara penyajian pelajaran dengan mendorong peserta didik untuk mencari dan memecahkan suatu masalah atau persoalan dalam rangka pencapain tujuan pengajaran.

Strategi penerapan metode pembelajaran bermakna yang merujuk pada kurikulum dan buku ajar SD. 

Strategi pembelajaran adalah cara yang sistematis yang dipilih dan digunakan seorang pembelajaran untuk menyampaikan materi pembelajaran sehingga memudahkan pembelajaran mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Strategi pembelajaran harus mengandung penjelasan tentang metode/prosedur dan teknik yang digunakan selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan perkataan lain. strategi pembelajaran mengandung arti yang lebih luas dari metode dan teknik. Artinya metode dan teknik pembelajaran merupakan bagian dari strategi pembelajaran.

Strategi penerapan metode pembelajaran bermakna mengacu pada pendekatan yang menekankan pemahaman mendalam dan relevansi materi pembelajaran bagi peserta didik. Metode ini memastikan bahwa peserta didik tidak hanya menghafal informasi, tetapi juga memahami konsep dan dapat mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Strategi pembelajaran bermakna merupakan pendekatan yang berfokus pada pemahaman mendalam dan relevansi materi pembelajaran bagi peserta didik. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar (SD) dengan merujuk pada kurikulum dan buku ajar:

  1. Inquiry Learning (Pembelajaran Penemuan)
  2. Expository Learning (Pembelajaran Ekspositori)
  3. Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif)
Penulis : Kelompok 9
1. Husnul Khatimah (A1D122027)
2. Ema Nuramalia (A1D122151)